Kau tahu kenapa aku mencintaimu ?
Tidak ???
^_^
Akupun begitu, aku tak tahu kenapa aku bisa sebegitu mencintaimu,
Aku tak tahu apa yang membuatku tertarik padamu saat kau datang lagi dalam hidupku dan masuk dalam celah kosong dihatiku.
Aku juga tak tahu kapan pertama kali Tuhan memberiku anugerah indah berupa Cinta ini padaku.
Yang pasti cintaku ini telah memilih kau sebagai Raja dalam kerajaan terbesar di hatiku.
Cintaku cukup sederhana, dan tidak terlalu rumit.
Yang aku ingat adalah saat dimana kita dipertemukan kembali dalam hubungan yang lebih erat dari sebelumnya.
Kita melewati masa-masa sulit bersama, terlebih kau selalu ada menemaniku saat aku terpuruk kehilangan semangat dalam hidupku.
Kita menjalani semua hari, bahkan hari terburuk sekalipun, kita lalui bersama...
Berpegang tangan,,,
Bergandeng tangan,,,
Saling memeluk dalam kesunyian,
Saling mengangkat dagu dalam keterpurukan,
Saling mengusap peluh dalam kelelahan,
Dan semua kita lalui bersama, dan selalu bersama.
Aku cinta kau apa adanya dirimu,
Bukan ada apanya darimu,
Aku cinta semua kurangmu,
Aku cinta kekonyolanmu,
Aku cinta canda mu yang lugu,
Aku cinta semua yang ada padamu.
Bagiku kau laki-laki sempurna untuk ku (Sempurna itu relatif, karena tidak ada yang sempurna didunia ini)
Mungkin kau tak setampan Brad Pitt dari Amerika, tak se kaya Carlos Slim Helu dari Meksiko, dan tak seromantis Jack Mills.
Tapi kau berhasil memikat hatiku dengan cepat.
Sayangnya dunia terus berputar,
Kau yang ku cintai perlahan akan merubah diri dari kau yang sederhana menjadi kau yang tak sesederhana yang ku cintai.
Aku hanya berharap dan berdoa setiap malam pada Tuhan agar aku, kau, kita....
Selalu tetap bisa saling mencinta apapun itu alasannya.
Selasa, 09 Oktober 2012
Minggu, 07 Oktober 2012
C-RV
Belajar memahami diri dan orang lain
Siang ini saya telat masuk kerja...
Kalian tau apa alasannya ???
Menunggu orang terkasih menjemputku..
Bodoh memang, padahal bisa saja saya berangkat sendiri seperti biasanya.
Tapi entah apa yang sedang ada dikepala saya tadi, dengan ikhlas nya saya menunggu meski saya tahu, saya akan terlambat masuk kerja.
Dan aneh nya saya sama sekali tidak marah.
Kecewa, mungkin...
Tapi sedikit, hanya sedikit.
Kalian tahu apa yang saya fikirkan sampai saya harus rela menunggunya meski waktu tak bisa dihentikan ???
Saya menghargai usaha nya untuk menjemput saya meski terlambat.
Mengapa saya tidak marah ???
Saya sedang merasa hidup saya ini terlalu singkat hanya untuk menodai hati dan fikiran saya dengan amarah.
Kawan, siang tadi saya memang kesal, tapi saya pikir tidak ada gunanya terus memelihara kekesalan dalam hati, apalagi kalau sampai saya marah besar pada pacar saya. Dia pasti sangat sangat merasa tidak dihargai karena usahanya menjemput saya hanya berbuah kekesalan dan amarah saya saja.
:)
Meski saya terlambat, tapi ingatlah usaha terbaiknya untuk tetap terus menerobos waktu detik demi detik keterlambatan saya ;)
Berhentilah memelihara ego yang besar yang hanya mementingkan diri sendiri.
Kalian tau apa alasannya ???
Menunggu orang terkasih menjemputku..
Bodoh memang, padahal bisa saja saya berangkat sendiri seperti biasanya.
Tapi entah apa yang sedang ada dikepala saya tadi, dengan ikhlas nya saya menunggu meski saya tahu, saya akan terlambat masuk kerja.
Dan aneh nya saya sama sekali tidak marah.
Kecewa, mungkin...
Tapi sedikit, hanya sedikit.
Kalian tahu apa yang saya fikirkan sampai saya harus rela menunggunya meski waktu tak bisa dihentikan ???
Saya menghargai usaha nya untuk menjemput saya meski terlambat.
Mengapa saya tidak marah ???
Saya sedang merasa hidup saya ini terlalu singkat hanya untuk menodai hati dan fikiran saya dengan amarah.
Kawan, siang tadi saya memang kesal, tapi saya pikir tidak ada gunanya terus memelihara kekesalan dalam hati, apalagi kalau sampai saya marah besar pada pacar saya. Dia pasti sangat sangat merasa tidak dihargai karena usahanya menjemput saya hanya berbuah kekesalan dan amarah saya saja.
:)
Meski saya terlambat, tapi ingatlah usaha terbaiknya untuk tetap terus menerobos waktu detik demi detik keterlambatan saya ;)
Berhentilah memelihara ego yang besar yang hanya mementingkan diri sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)


