Hari ini entah kenapa, saya tiba2 rindu pada teman lama sekaligus tetangga saya...
Sepintas saya merasa iri padanya atas apa yang bisa ia capai saat ini..
Kehidupan yang mapan, teman-teman yang banyak, pekerjaan yang nyaman, semuaanya...
Saya melihat foto-fotonya disalah satu jejaring sosial, senyum nya, tingkah 'nakal' nya, kehidupannya sekarang.
Seharusnya saya senang melihatnya,
Tapi saya justru merasa sedih...
Bukan iri,
Tapi sayang...
Sayang dikehidupannya yang seperti itu, ia jauh dari keluarganya..
Sayang dikehidupannya yang mungkin banyak orang menginginkannya ia lupa sanak saudaranya..
Dalam foto ia terlihat bahagia, tapi tidak dengan saya, tidak dengan mata saya.
Ia boleh menunjukan apa yang ia punya, senyum nya, tawa nya..
Tapi saya merasa dibalik semua itu ia tersiksa, ia terjebak, ia sedih, kesepian.
Bahkan tak henti-hentinya saya memandangi wajah difotonya, dan sesekali mata saya berkaca-kaca, tahu dan sadar bahwa betapa beruntungnya saya dengan ketidakmampuan saya ini, betapa beruntungnya saya yang seperti ini.
Saya sering sekali merasa 'kenapa saya seperti ini'
Tapi kini otak saya berbalik berpikir 'saya beruntung menjadi saya yang seperti ini'